Sekedar Posting atau Menyajikan Konten Hebat Untuk Pembaca, Mana Yang Lebih Tepat ?

Sekedar Posting atau Menyajikan Konten Hebat Untuk Pembaca, Mana Yang Lebih Tepat - Demi mengisi kekosongan waktu ngeblog, tidak sedikit para blogger yang cenderung mengambil jalan paling mudah, simpel untuk selalu update artikel tak peduli seberapa kuwalitas nilai konten tersebut, yang penting ada kegiatan posting.


Padahal, Konten adalah raja, konten adalah elemen dan kekuatan yang sangat penting pada sebuah website. Dengan adanya beragam konten kaya, sebuah blog akan bisa hidup dan berkembang untuk kedepanya secara jangka panjang, sebaliknya blog akan mati suri bila tidak ada konten. Peran konten memang sangat krusial pada sebuah blog karena menjadi unsur dasar pertumbuhan dan perkembangan blog itu sendiri. Dengan menyajikan konten yang hebat dan bermanfaat maka dengan sendirinya blog tersebut akan ramai dikunjungi banyak orang tanpa di ukur banyaknya jumlah komentar.

Namun saat konten yang anda sajikan kurang bermutu kurang bernilai maka website atau blog pun akan sepi dikunjungi meskipun Anda gencar melakukan blogwalking atau usaha lain untuk meningkatkan trafik website atau blog Anda. Nah, setelah kita mengetahui bahwa pondasi dasar berdirinya blog adalah kualitas konten, tentunya kita ingin menghasilkan konten yang spesifik mudah di serap oleh pembaca untuk di ambil inti positifnya maka...jangan sekali kali asal posting tanpa mempertimbangkan mutu dan kualitas konten.

Jangan sampai konten dari hasil tulisan anda ibarat seorang koki yang menghidangkan makanan, tetapi ia tidak mau mencicipi makanan buatannya, Ia langsung memberikan kepada pelanggannya dan urusan rasanya tidak enak itu terserah pada pelanggan, yang penting posting.

Ini Jelas sebuah kerugian, karena kita di haruskan menghidangkan yang terbaik dan mencicipi adalah salah satu cara seberapa enak dan rasa dalam masakan yang kita buat agar pelanggan tidak kecewa. Seperti itulah seorang koki kreator. Ia harus menyajikan menu yang pas sesuai selera pelangganya.

Baca juga : Persaingan adu artikel semakin ketat bekali blog dengan seo yang super canggih

Bagitu juga halnya dengan sesorang admin blog, boleh boleh saja anda mematok target One Day One Post ini tidak salah tetapi juga tidak menarik jika kurang bernilai. Untuk mengupdate konten di website memang selalu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap blogger, namun inilah dunia ngeblog, siapa yang cerdas dia akan mendapat nilai tinggi, dan siapa yang tidak cerdas maka dia akan tertinggal oleh admin admin kreator konten hebat yang siap memenangkan adu konten di search pencarian Google.

Kesimpulan :
konten hebat jauh bernilai ketimbang rajin posting tetapi tidak bermutu.


Artikel selanjtnya : Bukan Adsense Yang Lesu, Tetapi Kontennya Yang Kurang Bermutu

22 Responses to "Sekedar Posting atau Menyajikan Konten Hebat Untuk Pembaca, Mana Yang Lebih Tepat ?"

  1. Betul, saya setuju apalagi banyak blogger yang saat ini menulis hanya agar bisa di terima google adsense. Intinya mereka menulis untuk uang bukan Hobi. Cara apapun dilakukan seperti copas artikel milik orang lain atau posting ala kadarnya saja yang penting lebih dari 6 artikel dalam blog.

    ReplyDelete
  2. Setujuuu sekali nih. Hehe. Lebih baik update sedikit tapi kontennya bermutu. Tapi kalau bisa sih rajin update dan kontennya bermutu juga, ehehe.

    ReplyDelete
  3. Saya juga setuju nih, lebih baik sedikit postingan tetapi berkualitas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedikit postingan berkualitas memang benar, namun update artikel kurang bisa jadi pengununjung mah jadu bosen

      Delete
  4. Betul banget lah, kualitas konten lebih penting.

    ReplyDelete
  5. Kalau pas lagi malas, kadang saya asal posting, tanpa memperdulikan mutu dan kualitas.

    ReplyDelete
  6. Ungkapan " konten hebat jauh bernilai ketimbang rajin posting tetapi tidak bermutu " memang ada benarnya Mas. Namun Ukuran Konten hebat itu loh yang membuat saya pusing, pusing untuk membuatnya,hahahah.... :)

    ReplyDelete
  7. Saya juga asal posting, apalagi kalo lagi males didepan pc,, jadi gimana donks..

    ReplyDelete
  8. setuju nih, meski blog itu sering dianggap sebagai ekspresi diri dan semua orang bebas menuangkan apa saja di blog mereka tapi alangkah lebih baik jika blog tersebut mengusung informasi yang bermanfaat buat orang lain, istilahnya konten berkualitas. kan selain bisa berbagi ilmu kita juga bisa dapat banyak pahala dari sana kalau informasi yang kita bagi bermanfaat bagi orang lain. berbagi itu indah.

    ReplyDelete
  9. betul sekali, kualitas konten memang harus disesuaikan, namun adakalanya kalo bikin konten yang berkualitas susah, ya pos pos aja yang penting update rutin mas

    ReplyDelete
  10. Sebisa mungkin rajin update dan menulis artikel yang bermanfaat buat banyak orang agar kita dapat pahala.

    ReplyDelete
  11. salut mas, biasanya nulis gini baca juga tapi dibgian akhir artikelnya malah ada artikel yang akan datang gimana bisa nandingin coba

    ReplyDelete
  12. Program One Day One Post sebenarnya bagus karena melatih "otomatisasi" otak jadi dengan terbiasa menulis tiap hari otak kita bisa secara otomatis mengembangkan ide apapun tanpa kendala.Saya pernah melakukannya dan terbukti menulis jadi mudah lebih efektif dibandingkan menulis nggak teratur apalagi seminggu sekali meski tulisannya panjang tapi otak jadi beku ketika akan mengembangkan ide tulisan. Sekedar posting asal ada manfaat yang disampaikan dan orisinil menurut saya sih bagus contoh media besar kerap mempsoting artikel hanya berupa gambar dan sedikit tulisan. Apakah ini berarti jelek? Tidak. Karena saya permah menacoba tehnik seperti itu ketika ada kejadian menarik diperumahan saya lagsung saya foto dan saya beri sedikit tulisan nyatanya banyak baca. Jadi sekedar posting atau menyajikan konten berkualitas sama sama bagus tergantung sikon penulisnya. Jika memang mampu menulis artikel panjang 1000 kata lebih dengan alur yang bagus seperti web panduanIM itu memang jauh lebih bagus namun pertanyaannya seberapa banyak kita mampu menulis seperti itu? bisa bisa kita malah tidak produltif menulis karena banyak pertimbangan.

    ReplyDelete
  13. Makanya nih mas asnaji aku tau diri nih hehe awalnya niat 1 artikel 1 postingan tapi berhubung banyak anu anu akhirnya yang kesampean 1 minggu 3-4 artikel aja yang penting berkualitas ehehhehe

    ReplyDelete
  14. Sehtujuh.... Lagipula bikin satu artikel dalam satu hari bagi saya nggak mudah, malah jadinya nggak karuan, jadilah saya pakai trik sedikit demi sedikit lama-lama ya jadi banyak. He...he...😁

    ReplyDelete
  15. Wah... betul juga ya mas...

    Saya sendiri belakangan ini "cuma" menulis kegiatan-kegiatan yang kami lakukan selama pembelajaran di kelas. Sebenarnya semacam catatan harian gitu... Alhamdulillah sih orang tua siswa pada baca, tapi artikel saya sulit ditemukan di search engine... laah kata kuncinya apa juga nggak jelas, hihihi

    Sukses selalu mas

    ReplyDelete
  16. Kalo kita yang punya kesibukan lain tentunya sulit menulis 1 artikel perhari. Apalagi misalnya dengan niche sains yang harus menjadi validitas referensi yang menjadi acuan.

    ReplyDelete
  17. Saya berikan 10 jempol untuk artikel ini :-)

    Intinya saya sependapat bahwa konten adalah raja. Dan saya pribadi lebih baik memilih tidak menulis daripada menulis konten (artikel) yang asal-asalan dan isinya dangkal.

    Namun sebaiknya juga jangan sampai kelamaan gak nulis seperti saya Wkwkwkkwkwk :v

    Btw sudah hampir 3 bulan saya belum sempat menulis artikel terbaru di blog Bang Izal Toy. Bukannya di sengaja, tapi belakangan ini saya lagi sibuk banget dengan urusan bisnis di dunia nyata. Semoga dalam waktu dekat saya bisa kembali fokus menulis lagi. #Lho kok malah jadi curhat :-)

    ReplyDelete