Ritual pesugihan uang gaib benar atau menipu ?

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
"Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". (QS Al-Fatihah ayat 5)

Benarkah uang gaib yang diperoleh dari hasil pesugihan adalah kisah nyata yang memang benar-benar pernah terjadi..? والله أعلمُ بالـصـواب (Wallahu A'lam Bishawab) - Fenomena pesugihan uang gaib kini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah tengah masyarakat, seperti kabar yang beredar, pada sebagian orang ada juga yang mempertanyakan desas desus perihal uang gaib apakah benar bisa di datangkan yang hanya dengan menyediakan berupa sesembahan tertentu atau mantra gaib yang dibacakan oleh orang khusus (pawang uang gaib)


Bagi sebagian pengguna internet mungkin pernah melihat berbagai pesan iklan yang berisi tentang cara-cara melakukan pesugihan untuk menjadi kaya yang dilakukan oleh para supranatural (istilah kerennya dukun) yang bernama Mbah ini, Mbah itu, bla bla bla dan sebagainya dengan kutipan kata-kata cerita dan persaksian mereka akan kerberhasilan yang telah mereka peroleh sambil meninggalkan sebuah nomor hp yang bisa dihubungi.(iklan ini sering muncul di internet)

Baca juga :



Ternyata di telivisi sering kali terjadi beberapa kasus penipuan dengan modus penggandaan uang dan bank gaib atau sejenisnya telah banyak diungkap oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia. Dan diantara pelakunya menjaring korbannya melalui media sosial dan sarana-sarana online lainnya seperti komentar di blog-blog. Jadi jangan percaya dengan rayuan-rayuan yang tersebar seperti itu. LOGIKA SEDERHANANYA adalah "jika mereka memang bisa mendapatkan uang dengan mudah (menggandakan uang), lantas mengapa mereka harus meminta uang lagi kepada orang lain". aneh...benar benar aneh..!?

Sejak dahulu, penulis yang kebetulan tinggal di daerah pedesaan juga sering mendengar akan adanya pesugihan ini. Adapun definisi dari pesugihan yang penulis sering dengar adalah semacam perbuatan perjanjian tertentu yang dilakukan antara manusia dengan mahluk gaib (jin) dengan tujuan untuk memperoleh kekayaan dengan bantuan dari mahluk gaib (jin) tersebut, dengan memberikan persembahan atau yang biasa disebut tumbal kepadanya.

Dan untuk saat ini, di masyarakat khususnya di dunia internet (online) muncul banyak sekali metode-metode pesugihan seperti itu hanya saja mereka klaim tanpa memerlukan tumbal yang disebut pesugihan putih yang terbagi lagi menjadi beberapa sub kategori seperti pesugihan dari dana bank gaib, minyak penarik rezeki, memelihara tuyul, penglaris perdagangan dan tata usaha, uang balik setelah di belanjakan, pasang t0gel tepat dan jitu, dan lain-lain.

Lantas, jika melihat dari perspektif definisi pesugihan tadi, jika tidak ada tumbal sebagai ganti persembahan kepada mahluk gaib (jin) tersebut apa..? Dan jawabannya adalah mahar yang ujung ujung nya berupa uang juga.

Secara akal sehat, mari kita bertanya kediri kita sendiri, " jika mereka memang benar benar telah berhasil melakukan pesugihan uang gaib, mengapa mereka menawarkan jasa tersebut kepada orang lain..? bukan kah memperkaya diri ini akan lebih menguntungkan dia, " inikan jelas jelas satu tindakan yang bodoh, ? iya kan?

Bukankah seharusnya pelaku akan dengan mudahnya mendapatkan uang dan kekayaan dengan cara dia sendiri secara diam diam. Dan coba anda bayangkan dengan hanya modal uang satu juta saja, jika dilakukan terus menerus terus akan dapat bertambah jumlahnya hingga miliaran rupiah, bahkan hingga triliunan.


Kesimpulan :

Apakah pesugihan bank uang gaib itu benar benar pernah terjadi ?

Berpikirlah dengan akal sehat serta membaca berulang ulang lafadz pembuka di atas maka anda akan menemukan jawaban yang sebenarnya (HAQQU)


لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ باِللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ


Post a Comment

4 Comments

  1. Om saya mau tanya apakah di luar negeri ada pesugihan seperti di Indonesia ?

    Mohon pencerahannya 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabarnya di negara tetangga ada juga praktek praktek ritual pesugihan...

      Delete
  2. seperti kalau kekal di dunia padahal dunia ini sementara akhirat nanti yang kekal, kekal di neraka

    ReplyDelete
  3. Ini nih yang tidak habis saya pikir, kalau emang mereka kaya kenapa minta uang lagi sebagai persyaratan. Dan anehnya banyak juga korban yang termakan omongan mereka.

    ReplyDelete

Please comment with the identity of the Gmail account, so we can visit back to your website.