6 Faktor Penyebab Harga BPK / CPC Iklan Adsense Turun

Apa yang menyebabkan harga BPK/CPC Iklan Adsense Turun? - Selain jumlah trafik blog yang memadai, faktor lain yang menentukan besar-kecilnya penghasilan publisher Google Adsense adalah harga BPK CPC, atau lebih dikenal dengan istilah BPK (Biaya per klik), namun harga BPK CPC cenderung selalu berubah- ubah tergantung lelang pasar iklan, dan juga tidak terlepas dari optimasi kinerja blog, intensitas trafik blog, niche blog.


Akan tetapi, perlu diingat bahwa penghasilan Adsense merupakan kombinasi dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, CPC yang tinggi tidak selalu berarti penghasilan adsense menjadi tinggi. Namun kondisi ini bisa berbalik arah jika CPC yang tinggi dan akan menghasilkan pendapatan yang tinggi pula jika faktor lain juga mendukung.

Saya beri contoh, mari kita analisa lebih jauh hubungan antara CPC dan CTR dalam mempengaruhi penghasilan Adsense. CTR merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan perbandingan antara jumlah klik dengan jumlah tampilan. Dalam bahasa Indonesia, CTR dikenal dengan istilah RKT (Rasio Klik Tayang).

Ketika CTR tinggi bertemu dengan CPC iklan yang juga tinggi, maka penghasilan yang diterima publisher juga akan tinggi. Tetapi, adakalanya CTR dan CPC menunjukkan nilai yang berlawanan. Anda mungkin pernah melihat CTR di akun adsense anda tinggi saat CPC rendah atau sebaliknya.

Ketika presentasi pendapatan mengalami kenaikan dalam hal CTR tetapi mengalami penurunan dalam hal CPC, maka penghasilan anda belum tentu akan lebih besar dari biasanya. Begitupula sebaliknya, meskipun anda memiliki CPC iklan yang tinggi belum tentu penghasilan anda juga akan tinggi jika CTR anda ternyata rendah.

Kondisi seperti ini merupakan kondisi yang umum dialami oleh publisher. Publisher tidak bisa memastikan kombinasi antara CTR dan CPC berada pada nilai yang sama-sama tinggi sebab, CPC ditentukan oleh advertiser dan pihak Google memiliki kendali untuk memastikan pengiklan tidak mengalami kerugian.

Meskipun dipengaruhi oleh banyak faktor, setidaknya para publisher dapat mengupayakan beberapa cara agar iklan yang tampil di blog mereka adalah iklan dengan CPC tinggi. Nah, untuk tujuan tersebut, maka kita perlu mengetahui Apa Saja Yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga BPK / CPC Iklan Adsense.


Anda juga perlu mempelajari : Cara Mengetahui Jumlah klik Iklan dan Harga Rata-rata BPK Iklan Adsense Dalam Satu Hari

1- Anggaran Advertiser Menurun

Nilai CPC ataupun BPK ditentukan berdasarkan bid yang ditawarkan oleh advertiser dan biasanya dipengaruhi oleh besar anggaran yang mereka miliki dan besarnya tekanan dalam lelang iklan. Biasanya, semakin besar anggaran advertiser maka mereka lebih berani menawarkan harga tinggi.

Ketika anggaran para advertiser yang bersaing untuk slot iklan kita tinggi, maka mereka cenderung akan menawarkan bid yang tinggi untuk iklan mereka. Jika kebanyakan advrtiser menawarkan harga yang tinggi, maka nilai CPC iklan yang tampil di website biasanya akan tinggi pula.

Akan tetapi, tidak semua advertiser memiliki anggaran yang tinggi. Anggaran advertiser di setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia, anggaran advertiser tergolong rendah jika dibandingkan dengan anggaran advertiser luar negeri yang perekonomiannya jauh lebih maju.

Sebaliknya jika advertiser yang bersaing untuk slot iklan lebih memilih anggaran yang kecil, maka mereka akan cenderung menawarkan bid yang rendah. Akibatnya, nilai CPC iklan yang tampil juga relatif rendah.

Selain karena anggarannya, nilai CPC iklan juga dipengaruhi oleh persaingan saat lelang iklan. Biasanya, semakin banyaknya adevrtiser yang bersaing maka akan semakin bagus nilai CPC nya. Jika persaingan saat lelang sangat sedikit, maka nilai CPC iklan biasanya akan rendah.

2- Berkurangnya Jumlah Advertiser

Nilai CPC cenderung bergantung pada persaingan yang terjadi saat lelang iklan. Semakin ketat persaingan antar advertiser maka akan semakin bagus nilai CPC iklan. Persaingan yang terjadi tentu sangat bergantung pada jumlah advertiser yang ada.

Semakin banyak jumlah advertiser yang ikut dalam lelang iklan maka persaingan dan tekanan lelang akan semakin ketat. Akan tetapi, jika jumlah advertiser sedikit, maka tekanan persaingan saat lelang iklan akan berkurang dan itu dapat menurunkan nilai CPC iklan.

Berkurangnya jumlah advertiser menyebabkan persaingan menurun. Kurangnya persaingan akan menyebabkan advertiser menawarkan harga yang relatif lebih rendah dibanding saat persaingan ketat. Akibatnya, nilai CPC iklan yang tampil juga rendah.

Penurunan jumlah advertiser dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pergantian musim, perbedaan market, berkurangnya kepercayaan advertiser terhadap Adsense, munculnya jaringan iklan yang lebih menguntungkan, dan sebagainya.

3- Musim Tidak Menguntungkan untuk Beriklan

Salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah pengiklan dan besar anggaran pengiklan adalah pergantian musim. Jika sudah lama bergelut di dunia Adsense maka anda akan melihat bahwa nilai CPC iklan dan penghasilan Adsense cenderung bersifat musiman.

Biasanya, nilai CPC iklan Adsense akan menurun pada awal tahun baru dan kembali normal di bulan maret hingga Juni. Nilai CPC juga biasanya akan turun pada setiap awal kuartal. Periode penurunan ini terkadang juga tidak dapat diprediksi dan seringkali mengalami Fluktuatif, artinya tidak stabil yang menunjukan gejala yang tidak tetap dan selalu berubah-ubah karna sebab stuasi dan kondisi.

Perubahan musim atau tren market seringkali menjadi penyebab menurunnya nilai CPC Adsense. Ada periode dimana advertiser menaikkan anggaran sehingga nilai CPC iklan cenderung tinggi. Sebaliknya, ada pula periode saat advertiser menurunkan anggarannya sehingga nilai CPC iklan cenderung rendah.

Bisanya, advertiser akan menurunkan anggaran atau memutuskan untuk tidak beriklan dalam kurun waktu tertentu saat kinerja iklan atau penjualan produk mereka menurun. Penurunan anggaran juga bisa terjadi saat advertiser merasa bahwa musim tersebut tidak menguntungkan untuk beriklan.

Hal itu bisa saja berkaitan dengan kondisi ekonomi atau perubahan tren yang terjadi di pasaran. Saat tren produk yang dimiliki advertiser menurun, maka advertiser biasanya akan cenderung memangkas anggaran mereka sebab penjualan biasanya menurun saat produk sudah tidak tren. Namun sebaliknya, para advertiser ini berlomba-lomba menaikkan badget anggaran iklan pada saat menjelang lebaran, hal ini di karenakan pihak pengiklan mengklaim hasil penjualan produksnya akan mengalami peningkatan.


4- Bahasa Blog dan Asal Advertiser

Karena CPC ditentukan berdasarkan persetujuan antara advertiser dan Google Adsense, maka tingi rendah CPC iklan juga bergantung pada asal advertisernya. CPC yang ditawarkan oleh advertiser lokal Indonesia umumnya jauh lebih rendah daripada CPC yang ditawarkan oleh advertiser luar.

Perbedaan anggaran inilah yang pada akhirnya juga menyebabkan adanya pengaruh bahasa terhadap CPC Adsense. Blog yang menggunakan bahasa Inggris memiliki kemungkinan yang besar untuk dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai negara di luar negeri.

Ketika blog dikunjungi oleh pengunjung dari Inggris, maka kemungkinan besar iklan yang tampil adalah iklan milik advertiser Inggris. Hal itu sangat mungkin terjadi karena selain ditargetkan berdasarkan konten, Adsense juga mengupayakan penargetan iklan berdasarkan pengunjung.

Karena iklan yang tampil adalah iklan luar negeri dan advertiser tersebut memiliki anggaran yang lebih besar, maka CPC iklan yang tampil juga akan besar. Tingginya CPC yang ditawarkan advertiser luar menjadi salah satu alasan mengapa banyak blogger senior lebih fokus pada blog berbahasa Inggris.

Bandingkan dengan blog berbahasa Inonesia yang trafik pengunjungnnya didominasi oleh pengunjung asal Indonesia. Iklan yang tampil kebanyakan adalah iklan dari advertiser lokal yang anggarannya relatif rendah sehingga CPC iklan juga relatif rendah bahkan sangat jauh berbeda dengan CPC luar.

5- Niche Blog

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi nilai CPC iklan adalah niche yang anda gunakan dalam blog. Niche merupakan istilah lain untuk topik yang anda bahas di dalam blog. Niche erat kaitannya dengan kata kunci yang digunakan Google Adsense untuk menargetan iklan yang tampil di blog.

Ketika anda memilih untuk membahas satu topik tertentu (Spesific niche), maka Google akan lebih mudah mengenali jenis blog anda melalui kata kunci atau keyword yang paling sering muncul dalam konten anda. Selanjutnya, Adsense akan mencoba menyesuaikan iklan yang tampil berdasarkan kata kunci tersebut.

Sebagai contoh, misal anda membahas tentang otomotif dan khusus membahas mobil-mobil terbaru. Karena anda membahas tentang mobil, maka kata kunci yang paling sering anda gunakan adalah istilah-istilah otomotif atau merek tertentu yang berhubungan dengan produk otomotif.

Google selanjutnya mengenali blog anda sebagai Single niche blog yang khusus membahas tentang mobil. Berdasarkan kata kunci yang paling sering muncul di dalam konten anda, maka kemungkinan besar iklan yang tampil nantinya adalah iklan tentang otomotif.

Lalu, apa kaitan antara niche blog dengan CPC iklan?
Iklan yang tampil di blog melewati proses pelelangan. Pada saat lelang iklan inilah ditentukan iklan mana yang akan tampil di blog anda dan berapa nilai klik yang akan diterima. Dalam pelelangan iklan, Adsense terlebih dahulu melakukan penyaringan untuk menentukan iklan mana yang layak bersaing.

Pada proses ini, beberapa pengiklan secara khusus sudah memiliki target untuk menampilkan iklan mereka. Target tersebut umumnya ditentukan berdasarkan jenis produk yang ditawarkan sehingga advertiser akan menyukai blog yang kontennya berhubungan dengan produk yang mereka tawarkan.

Dengan kata lain, ada beberapa advertiser yang sudah menargetkan iklannya untuk blog-blog yang membahas topik-topik tertentu dan mereka bersedia membayar lebih untuk iklan tersebut. Itu sebabnya, dalam Adsense dikenal beberapa niche blog yang berbayar tinggi (High Paying Niche).

High Paying Niche merupakan istilah yang digunakan untuk sekelompok topik yang berpotensi memberikan penghasilan optimal dalam Adsense. Para advertiser yang membidik topik-topik tersebut menawarkan CPC iklan yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan publisher.

Beberapa topik yang dibahas di dalam blog mungkin kurang optimal untuk Adsense karena topik tersebut tidak dibidik oleh advertiser atau tidak ada iklan yang berhubungan dengan topik tersebut. Blog seperti ini biasanya memiliki CPC iklan yang rendah.

Berbicara tentang niche blog maka erat kaitannya dengan kata kunci atau keywords. Keyword tertentu diyakini bisa mendatangkan iklan dengan CPC tinggi sehingga bisa meningkatkan penghasilan. Keyword-keyword seperti itu dikenal dengan istilah HPK (High Paying Keyword).

Lalu bagimana menurut anda : Mana yang lebih bagus? Single Niche atau Multi Niche?

Niche Blog (Single niche) diklaim lebih optimal karena memiliki CPC iklan lebih tinggi dibanding blog multi niche (blog gado-gado). Dengan catatan, satu topik yang dibahas termasuk niche yang potensial (HPN) High Paying Niche. Jika anda menggunakan blog satu niche spesifik, maka pengunjung blog anda akan lebih tertarget dan hal itu sangat disukai oleh advertiser.

Akan tetapi, tantangan untuk membangun dan mengembangkan blog satu niche jauh lebih berat daripada blog multi niche karena selain pesaingnya banyak, pengunjungnya juga menjadi terbatas sebab ditargetkan pada pengunjung tertentu saja.


6- Relevansi Iklan Mempengaruhi CPC Adsense

Sebelum proses lelang iklan, Google Adsense terlebih dahulu menyaring beberapa iklan dari semua iklan Adwords yang ada untuk menentukan iklan mana yang layak bersaing dan bisa ditampilkan di blog anda. Proses penyaringan tersebut dillakukan berdasarkan dua hal, yaitu penargetan iklan dan format iklan.

Pada penargetan iklan, Adsense hanya mempertimbangkan iklan yang relevan dengan konten blog anda. Proses ini dilakukan agar iklan yang tampil di blog relevan dengan kontennya. Semakin relevan iklan yang tampil di blog anda, maka akan semakin baik CPC nya.

Sebaliknya, semakin buruk relevansi iklan yang tampil maka akan semakin buruk pula CPC nya. Ketika tidak ada iklan yang relevan dengan konten anda, maka iklan yang tampil adalah iklan standart yang memiliki CPC rendah.

Relevansi menunjukkan seberapa dekat keterkaitan antara iklan dengan konten sehingga erat kaitannya dengan niche. Karena CPC ditentukan oleh advertiser, maka publisherlah yang harus menyesuaikan diri jika ingin memperoleh CPC tinggi. Dengan kata lain, publisher harus cermat dalam menentukan topik yang dibahas.

Single niche blog yang hanya membahas satu topik tertentu (HPN) secara umum memiliki kata kunci yang lebih tertarget sebab semua artikelnya membahas masalah yang sama. Dengan kata kunci tersebut, Adsense akan lebih mudah menargetkan iklan sehingga iklan yang tampil akan lebih relevan.

Berbeda halnya jika anda menggunakan blog dengan multi niche. Karena membahas terlalu banyak topik dan cenderung menggunakan banyak keyword yang cakupannya terlalu luas, maka akan timbul kesulitan dalam penargetan iklan sehingga iklan yang tampil terkadang tidak relevan dengan konten blog.

Selesai...

Post a Comment

10 Comments

  1. Belajar dulu disini :)
    Terima kasih sharingnya, Mas..

    ReplyDelete
  2. Mantaaaf ulasannya mas, jadi lebih paham tentang faktir2 yg mempengaruhi penghasilan dari Adsense.

    ReplyDelete
  3. Informasnya benar-benar bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
  4. Informatif. Karena selama ini saya enggak begitu paham sama RKT, PPS, BPK, itu. Tengkyuuu.

    ReplyDelete
  5. Itu 286 ribu pendapatan satu hari ya Pak..

    ReplyDelete
  6. Ternyata cukup rumit juga alurnya. Iya, rumit buat orang awam macam saya. Hahahaha.. Tapi kalau blog yg satu topik memang lebih oke sih.. Enggak seperti blogku yg isinya gado-gado. Hihihii

    ReplyDelete
  7. Jadi ebgitu ya , saya mau mikirin niche tapi takut menulisnya terbatas

    ReplyDelete
  8. Ternyata bukan hanya pengunjung yang membludak saja untuk mendapatkan hasil maksimal pendapat Adsense tetapi Nilai CPC juga menentukan.

    ReplyDelete
  9. wah yang begini-begini ini yang jadi bacaan pemula pemula. hehe sangat banyak membantu kak admin.

    ReplyDelete

Please comment with the identity of the Gmail account, so we can visit back to your website.